Monday, September 9, 2019

Review konten rumah belajar id tentang kunyit sebagai indikator makanan berbahan pengawet.

Merupakan pembelajaran di SDN deresan kelas 5. Mereka mencoba menjadikan kunyit sebagai indikator untuk bahan makanan yang mengandung boraks. Para siswa SD ini melakukan praktek dengan cara menghaluskan kunyit kemudian mencampur dengan air atau melarutkannya dengan air dan diambil ekstrak sari kunyit nya, sari kunyit ini digunakan sebagai indikator untuk indikator bahan makanan yang menjadi jajanan mereka sehari-hari diantaranya ada mie kerupuk dan makanan jenis lainnya. Mereka menghaluskan makanan tersebut kemudian mencampur dengan sari kunyit, mendiamkannya beberapa saat kemudian melihat hasilnya. Dari hasil terlihat bahwa makanan yang mengandung boraks menjadikan kunyit berwarna coklat sedangkan makanan yang tidak mengandung boraks warna kunyit tetap berwarna kuning cerah

Pembelajaran ini telah diupayakan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai hal atau berbagai bidang diantaranya bidang IPA terapan kemudian juga tentang keamanan bahan makanan dan jajanan sehari-hari dan mereka juga dalam bidang lain seperti matematika mereka bisa menghitung volume cairan kemudian dalam bidang bahasa Indonesia juga mereka mempelajari tentang cara pembuatan laporan kegiatan dan dalam pelajaran PKN mereka juga belajar bekerja sama.

Pembelajaran metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai bidang. Demikian review yang saya sampaikan, saya Ira akhira Dewi SPD dari SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur, Selamat pagi dan terima kasih.
https://www.youtube.com/watch?v=m9fdNYifnPs
Review content rumah tentang budidaya jamur di SEAMEO biotrop.

Review ini disampaikan dalam rangka pemenuhan tugas VCT 101 Jabar 06 atas nama Ira akhira Dewi SPD SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur.
Budidaya jamur dalamnya akan dibahas manfaat jamur. Jamur yang akan kita bahas pertama adalah jamur tiram dan yang kedua adalah jamur kuping. Jamur tiram memiliki manfaat yang cukup tinggi nutrisinya, nutrisi yang terkandung pada jamur tiram nutrisinya cukup lengkap yaitu dapat mencegah pertumbuhan tumor kemudian memiliki kandungan vitamin b c dan d, sebagai antioksidan, dapat menangkal efek buruk radikal bebas, dan protein nya juga tinggi bahkan melebihi protein pada susu sapi sehingga dapat memenuhi kebutuhan protein harian.

Sedangkan manfaat jamur kuping kandungan polisakarida yang terdapat dalam jamur kuping mampu menurunkan resiko gangguan kardiovaskular mencegah gangguan alzheimeer serta iritasi dan peradangan, sebagai antitrombotik juga menurunkan kolesterol sebagai obat hipertensi dan setiap sajian jamur kuping sebesar 99 gram dapat memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh sehingga mencapai 3% hariannya.

Oleh sebab itu akan sangat bagus jika jamur kuping dan jamur tiram dikembangbiakkan untuk konsumsi sehari-hari. Di SEAMEO biotrop  produksi jamur tiram dan jamur kuping dari jamur itu sendiri atau dengan kata lain dari F0 kemudian F1 diambil dari F0, F2 diambil dari F1, dan F3 diambil dari F2. F1 F2 dan F3 ini merupakan turunan dari bibit jamur itu sendiri atau F0,

Beberapa tahap yang diperlukan untuk proses budidaya jamur yang pertama adalah tahap penyiapan media, media dibuat dari campuran dedak,serbuk gergaji dan kapur.  Media ini dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian dilakukan tahap sterilisasi pada media sterilisasi diperlukan untuk mensterilkan media dari berbagai jamur lain yang tidak diinginkan atau juga dari bakteri tahap berikutnya adalah tahap inokulasi tahap inokulasi ini merupakan tahap penanaman bibit jamur ke dalam media pertumbuhan tahap inokulasi dilakukan di ruang yang steril atau disebut ruang inokulasi tahap berikutnya merupakan tahap pertumbuhan jamur biasanya dilakukan di ruang iku basi sehingga suhunya dapat dikontrol memerlukan waktu beberapa hari untuk tumbuh sehingga pada waktunya dapat dipanen demikian review yang saya sampaikan Selamat malam dan terima kasih

https://www.youtube.com/watch?v=m9fdNYifnPs